SD BINTANG LAUT BUKIT KARAN.



SD Bintang Laut didirikan guna meningkatkan kecerdasan anak-anak Karan yang tidak mampu atau tidak mau sekolah ke Teluk Bayur atau Gaung. Apalagi akhir 60-an  itu pemiliki kebun cengkeh di Bukit Karan dan sekitarnya lagi berjaya. Banyak kepeang. Banyak uang karena panen cengkeh. Kalau kondisi tidak sekolah ini dibiarkan, maka generasi penerus di Bukit Karan menjadi generasi yang buta huruf. Oleh karena itu didirikan sekolah yang bernama SD Bintang Laut pada tahun 1969 oleh sebuah Yayasan milik Katholik.

Guru SD Bintang laut yang senior adalah Cianik Martha Malini Gea, isteri Kristian Zalukhu Maagdenberg (Bung Kres) kemudian disusul Maria Yusni, atau lebih dikenal dengan panggilan Giok. Giok ini adik Bung Kres. Dalam perjalanannya guru ditambah yaitu : Arwan Zebua dan Yohanes. Kakanda Tawanto Dawölö sempat juga mengajar di SD Bintang Laut, sekalipun hanya sebentar. Para guru yang mengabdi di SD Bintang Laut ini dapat dikatakan pahlawan tanpa tanda jasa. Warga Bukit Karan mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Ruang sekolah awalnya menggunakan rumah Kakek - Nenek kami. (Kakek Maun Zai dan Nenek Umi Gulö). Murid pertama, antara lain : Rorogö, Lius, Yusna (adik saya) dan lain-lain.

Lama-lama murid bertambah banyak. Beberapa tahun kemudian SD Bintang Laut punya tempat belajar sendiri. Namun sekolah yang di Bukit Karan itu sekarang sudah ditutup. Bangunan sekolah yang terbuat dari kayu itu sudah dibongkar. Menurut cerita Christina Yuherni Yeyen kepada Yanti Christine Gea (di Facebook) bahwa SD Bintang Laut dimutasi ke Mentawai tahun 1979. Cianik Malini tidak ikut pergi ke Mentawai karena lagi hamil adek bungsu.

Pasangan Bung Kres dan Cianik Malini mempunyai 8 orang anak, salah seorang di antaranya Tius, menjadi Pastor didikan Luar Negeri.. Bung Kres meninggal 07 Oktober 2010, sedang Cianik Malini juga sudah meninggal sebelumnya, pada tanggal 02 Agustus 2009.

(M Yusuf Sisus Lömbu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASAL USUL MARGA LÖMBU