Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

MENGENANG QARI INTERNASIONAL “HAJI MIRWAN BATUBARA”

Gambar
Haji Mirwan Batubara yang lahir 21 Juni 1952 ini memang sudah tiada. Namun namanya tetap harum, baik di Indonesia maupun di Brunai Darussalam. Qari kebanggaan Indonesia ini diminta Brunai Darussalam untuk mengembangkan Pendidikan Agama, khusus mengenai Al-Qur'an di negara jiran yang kaya raya itu. Beliau ditempatkan di Bahagian Perhubungan dan Kemajuan Syiar Islam, Kementrian Hal Ihwal Ugama Brunai Darussalam.

10 TANDA-TANDA HATI YANG MATI

Gambar
Saya dapat SMS dari teman lama, pak Herry Rahmat - Jamsostek. Isi SMS tersebut, sebagai berikut :

Ada 10 tanda-tanda HATI yang mati, yaitu :

1. Kita mengaku kenal dan cinta kepada Allah, tetapi tidak menunaikan perintah-
Nya.
2. Kita mengaku cinta kepada Rasulullah, tetapi mengabaikan sunnahnya.
3. Kita membaca Al-Qur'an tetapi tidak beramal dengan hukum-hukum di dalamnya.
4. Kita memakan nikmat Allah tetapi tidak mensyukuri pemberian-Nya.
5. Kita mengaku memusuhi syetan akan tetapi masih mengikutinya.
6. Kita mendambahkan nikmat syurga-Nya, tetapi tidak beramal untuk
mendapatkannya.
7. Kita mengaku adanya siksa neraka, tetapi tidak berusaha menjauhinya.
8. Kita mengaku kematian akan datang pada setiap saat, tetapi tidak berusaha
mempersiapkan bekalnya.
9. Kita sibuk membuka 'aib orang lain, tetapi tidak pernah ingat aib diri sendiri
10.Kita mengantar dan mengubur jenazah, tetapi tidak diambil hikmah dari sesudah
kejadiannya.

Na'udzubillah.
Wassalam.
(Herry Rachmat)

10 KAMUS TANGAN ORANG SUKSES

Gambar
SMS masuk ke HP saya jam 10:42, o2 Nopember 2010. SMS itu dari Bapak Zainal Abidin Syam, Komisaris Utama PT As-Salam Mulya Al-Haromain. Judulnya : 10 KAMUS "TANGAN" ORANG SUKSES. Isinya, sbb :
1. Berani menerima tan-TANGAN.
2. Tidak lari menerima tan-TANGAN.
3. Ringan TANGAN melakukan kebaikan
4. Siap bergandeng TANGAN untuk kerjasama.
5. Mengulrkan TANGAN untuk mereka yang membutuhkan.
6. TANGAN di atas lebih baik daripada di bawah.
7. Tidak pindah TANGAN terhadap amanah.
8. Tidak cuci TANGAN dari berbagai kesalahan.
9. Membuka TANGAN untuk memaafkan.
10. Mengangkat kedua TANGAN untuk berdoa demi kebahagiaan keluarga (suami, isteri, anak-anak, lingkungan sekitar dan seterusnya.

Semoga ikhtiar kita di masa yang lalu, kini dan yang akan datang, ada pada posisi "maqoman mahmuda, tempat atau kedudukan yang terpuji. Amien
Salam. (Khairu Ummah)

SETELAH PENSIUN, BEKERJA LAGI

Gambar
Terjemahan dari kata beramal adalah bekerja. Orang yang tidak mau bekerja termasuk golongan orang yang merugi, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an, surat Al-‘Ashri. Sewaktu masih aktif bekerja sebagai karyawan PT Jamsostek (Persero), saya pernah bertanya dalam hati : “Apa aktifitas saya setelah pensiun dari Jamsostek? Kalau sudah pensiun, berarti tidak bekerja lagi. Kalau tidak bekerja lagi, berarti saya termasuk golongan orang merugi” Sementara itu, pada ayat yang lain Allah berfirman : فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ . Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (QS. Al-Insyirah [94] : 7). Berarti kalau selesai urusan di Jamsostek (karena pensiun), kerjakanlah yang lain. Ada lagi yang mengatakan, orang yang biasa kerja, lalu berhenti tiada aktifitas, bisa cepat rontok.Sehingga saya mengambil sikap, setelah pensiun bekerja lagi.

KEHENDAK UNTUK BERUBAH

Gambar
Tujuh tahun lalu, Pak Djoko Sungkono yang menjabat Direktur Umum PT Jamsostek (Persero) kala itu meminta saya mengetik untaian kata untuk ulang tahun putra tercinta beliau satu-satunya, Gegen. Menurut pak Djoko, kalimat tersebut terukir di sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris - 110 M. Kalimat tersebut saya salin kembali dan memuatnya di Blog ini, dengan maksud ingin dapat semangatnya. Mungkin untuk keluarga saya, teman saya, mahasiswa saya di PTIQ dan UAI akan bisa jadi sebuah motivasi. Untaian kalimat tersebut, sbb :
KEHENDAK UNTUK BERUBAH
Ketikadirikumudadanbebas,danangan-angankutanpabatas,Akuberniatmengubahdunia.Seiringdirikutumbuhdanlebihbijak,kudapatiduniatakkunjungberubah,makakusederhanakanwawasandan kuputuskanhanyamengubahnegeriku namuntampaksia-sia.Saatdirikumenapaktahun-tahunsenjaku,dalamsuatutekadpenghabisan,kutetapkanuntukmengubahkeluargakusaja,merekayangakrabdenganku…..namunapadaya,

PEMBANGUNAN MASJID AL-FURQAN AKAN DILANJUTKAN PASCA RAMADHAN

Gambar
Begitu dilakukan peletakan batu pertama Pembangunan Masjid Al-Furqan Gunung Sitoli Nias, ummat Islam Nias, khusus yang bermukim di Kota Gunung Sitoli sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada LAZ Al-Azhar yang bersinnerji dengan Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN)

MASJID AL-FURQAN NIAS

Gambar
Musibah tidak pandang bulu. Gempa dahsyat berkekuatan 8.3 scala richter yang menimpa Nias 28 Maret 2005 lalu telah merobohkan beberapa masjid besar di Gunung Sitoli Nias, antara lain Masjid Raya Al-Furqan yang terletak di Pasar Gunung Sitoli. Setelah empat tahun roboh, hari Sabtu 17 Sya’ban 1430 H bertepatan dengan 08 Agustus 2009 telah dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Afif Hamka (putra alm Buya Hamka) dan Binahati B. Baeha (Bupati Nias), sebagai tanda akan dimulainya pembangunan kembali masjid Raya Al-Furqan tersebut.