MAKNA KEHADIRAN SEORANG ISTERI


 
Memasak sendiri


Dua hari berturut-turut, dua sahabat saya, isterinya meninggal dunia.
1. Tgl 12 September 2018, Syafrida
    Lawati, isteri sahabat SD saya,
    Gusdi Warman (Oyon), meninggal
    dunia di Padang.
2. Tgl 13 September 2018, Yenni
    Ramli, isteri sahabat PGAN saya,
    Ramli De, meninggal dunia di
    Padang
Saya tidak bisa membayangkan betapa berat ujian yang mereka hadapi.

Sahabat Gusdi Warman menulis di status Facebooknya : 12 juli 2018 kita merayakan ultah mu yg ke 60 sayang. 12 September 2018 engkau berpulang ke Rahmatullah .
Sahabat Ramli De menulis di status Facebooknya :
"Separuh jiwaku dibawa pergi"

Saya sendiri, baru beberapa hari ditinggal pergi oleh isteri tercinta, Noverlemi Paraman, beliau pergi shilaturrahim dengan kakak di Yogya, saya sudah kalang kabut sendirian. Istilah Padangnya "kalebuik". Alhamdulillah, isteri sudah bersama saya lagi sewaktu tulisan ini saya posting

Dulu pernah isteri saya pergi jalan-jalan bersama kelompok pengajiannya ke Wonosobo. Saya jaga gawang di rumah. Sewaktu memanaskan lauk di dapur, lalu saya tinggalkan sebentar sambil buka WA. Keasyikan dengan WA saya lupa bahwa saya memanaskan lauk di dapur. Apa yang terjadi?  Lauknya gosong. Jadilah saya makan nasi tak pakai lauk hari itu.

Di situ saya rasakan betapa pentingnya peran isteri.

                          ***

Sebagai pasangan suami isteri, biasanya pada suatu saat ada perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat ini bisa berpotensi percecokan. Masalah ini tidak boleh dibiarkan karena bisa berujung fatal : perceraian.

Bila ada perbedaaan pendapat atau selisih faham dengan pasangan hidup kita, bagaimana mengatasinya? Agama Islam memberi tuntunan  sebagai berikut :

1. Ingat kelebihan pasangan.

     Allah SWT berfirman :
وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
      Artinya :
      Dan janganlah kamu melupakan
      keutamaan di antara kamu.
      Sesungguhnya Allah Maha
      Melihat segala apa yang kamu
      kerjakan.
      (QS. Al-Baqarah : 237)

2.  Bila timbul rasa tak senang
      dengan sikap pasangan,
      boleh jadi ada kebaikan di balik
      itu.


      Allah SWT berfirman :

فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
      Artinya :
      Kemudian bila kamu tidak
      menyukai mereka, (maka
      bersabarlah) karena mungkin
      kamu tidak menyukai sesuatu,
      padahal Allah menjadikan
      padanya kebaikan yang banyak.
      (QS. An-Nisa : 19)

3.  Segera koreksi diri sendiri.

     Cari kesalahan sendiri dan
     solusinya. Bukan mengutamakan
     mencari kesalahan pasangan.
     a. Mulai dari diri sendiri.
إبدء بنفسك
     b. Audit diri sendiri sebelum kita
         diaudit.
حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا

                             ***

Jadi, terasa sekali peran penting pasangan hidup tersebut di kala dia tidak berada bersama kita. Oleh karena itu, sayangilah pasangan hidup kita masing-masing.

Bila terjadi perbedaan pendapat, jangan buru-buru marah, bertindak kasar atau mengambil keputusan yang menimbulkan penyesalan di kemudian hari, tetapi hayati dan amalkan tiga poin tuntunan tersebut di atas.

Catatan :

 
Tulisan ini terinspirasi dari ceramah Ustadz Hanan Attaki, Lc di Youtube berjudul :
"Cara Menjadi Pasangan Yang Penyabar Dan Baik"

https://m.youtube.com/watch?v=fLRbBHYhRUY

Lihat juga :
"Sabar Menghadapi Kekurangan Istri"
https://m.youtube.com/watch?v=248sn7YeCXg


Ustadz Hanan Attaki, Lc, saya mohon ijin menjdikan Youtube tersebut sebagai rujukan

Materi ini pernah saya sampaikan pada Acara Shubuh Sharing tgl 18 September 2018 di Masjid Al-Ihsan Leguti, Serpong.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENANG QARI INTERNASIONAL “HAJI MIRWAN BATUBARA”

SEJARAH SINGKAT MASJID AL-FURQAN GUNUNG SITOLI NIAS