KELUARGA BAPAK IDRIS SUKI, KELUARGA ANGKATKU


 
Foto tengah : Saya dan keluarga berfoto dengan bapak Idris Suki dan ibu Hanisah (1994)


53 tahun yang lalu, tahun 1965, saya tinggal di rumah bapak Idris Suki dan ibu Hanisah di Asrama Pompa Teluk Bayur - Padang. Saya baru beberapa bulan masuk Islam. Waktu itu usia saya 12 tahun, kelas VI Sekolah Rakyat (SR). Awalnya saya tinggal di rumah bapak Adel Mahyuddin, orang tua dari Adimar. Adimar adalah teman satu kelas di SR No 16 Teluk Bayur. Karena ingin dekat dari tempat belajar mengaji di rumah Ustadz Marsudin, saya mohon ijin pindah dari rumah pak Adel Mahyuddin. Alhamdulillah, saya diajak Irmansah, masih teman satu kelas di SR No. 16, untuk tinggal di rumahnya. Kebetulan rumah ini dekat dari rumah Ustadz Marsudin, sama-sama di Asrama Pompa.


Saya salut dengan orang tua dari sahabat saya Irmansah ini. Bapak Idris Suki adalah seorang PNS biasa. Keluarga ini mempunyai banyak anak, kalau tidak salah sudah enam orang waktu itu. Menurut Jhon, seluruhnya sembilan, yang hidup saat ini delapan orang. Walau demikian, bapak Idris Suki dan ibu Hanisah masih berkenan menerima saya sebagai anak angkat untuk tinggal bersama mereka. 


Kamis tanggal 06 September 2018, saya bisa kontak dengan Joliansah Idris (Jhon), salah seorang anak pak Idris Suki yang kini tinggal di Manna - Bengkulu. Facebook yang membuat kami bisa saling sapa. Sewaktu saya tinggal di rumah orang tua Jhon, waktu itu Jhon berusia sekitar satu tahun. Jum'at tanggal 07 September 2018, saya bisa menghubungi Ermaini, kakak dari Jhon yang tinggal di kota Bengkulu. Lama kami bicara, mengenang masa kecil, 53 tahun yang lalu.


Beberapa tahun lalu dan 24 September 2018, saya bisa bicara via telpon dengan Irmansah. Beliau ini berdomisili di Tarok Kapalo Ilalang - Sicincin. Isteri beliau Alumni USU dan kini menjadi Dosen di Padang Panjang. Juga pernah chatting dengan Iwan Tarok, anak bungsu dari bapak Idris Suki dan Ibu Hanisah. Iwan Tarok adalah seorang Dosen di UNIMED yang kini tinggal di Medan.


Terakhir saya ketemu bapak Idris Suki dan ibu Hanisah pada tahun 1994 di Kapalo Ilalang - Sicincin. Kini keduanya sudah tiada. Ibu Hanisah meninggal tahun 1998 sedang bapak Idris Suki meninggal tahun 2006. Ya Allah, ampunilah dosa keduanya, terima amal shalehnya dan tempatkan bapak Idris Suki dan ibu Hanisah di tempat yang mulia. Aamiin!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENANG QARI INTERNASIONAL “HAJI MIRWAN BATUBARA”

SEJARAH SINGKAT MASJID AL-FURQAN GUNUNG SITOLI NIAS