MENDONOR DARAH, BERBUAH UMRAH

             Gadis cantik asal Tegal ini tidak pernah  membayangkan sebelumnya kalau ia  akan segera berangkat ke Tanah Suci melaksanakan ibadah Umrah. Sebagai seorang muslimah, pastilah  ia merindukan Ka’bah. Namun saat ini ia belum punya uang yang cukup untuk Umrah. Sementara keluarganya bukan dari kalangan orang yang mampu.  Dia sendiri adalah seorang yatim yang kini bekerja sebagai Suster di RS Harapan Kita. Seandainya ada uang, prioritasnya untuk biaya kuliah. Kini ia sedang menyelesaikan S-1 di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta. Namun kalau Allah berkehendak, apa yang tidak mungkin terjadi? Insya Allah, suster ini akan segera berangkat Umrah melalui As-Salam Travel.

            Seorang pasien yang berasal dari Padang harus menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita. “Sebelumnya pernah dilakukan tindakan pemasangan cincin, tetapi tidak berhasil. Malah cicin yang dipasang itu itu hilang”, ungkap anak pasien ini. Hasil analisis dokter ahli, pasien ini memerlukan  operasi bypass jantung. Mbah Google menjelaskan dalam sebuah artikel kesehatan, operasi bypass jantung merupakan salah satu penanganan operatif pada Penyakit Jantung Koroner (PJK), yaitu penyakit penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah nadi (arteri) koroner jantung, dengan cara revaskularisasi (membuat saluran baru) melewati arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan sehingga terdapat aliran darah baru yang membawa oksigen dan nutrien lain ke otot jantung. Saluran baru yang dibuat dapat berasal dari arteri (pembuluh darah nadi) atau vena (pembuluh darah balik) yang sehat dari tubuh bagian lain, yang nantinya dicangkokkan/dihubungkan ke arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.

          Pasien bersedia menjalani operasi bypass jantung tersebut. Isteri dan anak-anaknya setuju. Sewaktu dilakukan operasi, terjadi pendarahan. Kondisi pasien drop. Pada layar monitoring detak jantung, grafiknya menunjukan kondisi yang melemah. Sehingga pasien perlu tambah darah dengan jenis golongan darah yang sama. Golongan darah pasien ini AB plus. Ternyata orang yang mempunyai golongan darah AB plus ini sedikit. Sangat susah mendapatkannya. Untuk kasus ini, darahnya harus pula darah yang baru diambil dari pendonor. Keluarga mencari ke sana ke mari. Termasuk menghubungi para abang becak yang lagi “mangkal” di dekat RS. Tidak ada yang mempunyai golongan darah AB plus. Sementara kondisi pasien semakin gawat. Dua anaknya dokter, menantunya juga dokter. Semua angkat tangan. Yang penting saat itu mendapatkan darah AB plus. Keluarga siap membayar berapapun harganya asal dapat sekantong darah AB plus. Isterinya merenung dan berdoa : "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Kuasa. Semua yang ada pada kami, tidak ada artinya, kecuali pertolongan-Mu ya Allah. Tolonglah hamba-Mu ini".

         Pada saat yang kritis itu datang pertolongan Allah.  Salah seorang suster jaga  dan dia juga bertugas mengurus pasien yang sedang menjalani operasi bypass jantung ini, golongan darahnya AB plus. Dia bersedia menyumbangkan darahnya. Subhanallah. Tim dokter segera melakukan transfusi darah dari suster ke pasien. Detak jantung pasien ini segera naik ke kondisi mendekati normal. Alhamdulillah, selamat jiwanya.

         Keluarga bersyukur, Allah masih memberi waktu untuk hidup bagi orang yang sangat mereka cintai. Pasien itu bernama Dr. Haji Syar'i Sumin, alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) yang kini menjadi Dosen di Universitas Andalas (UNAND) Padang. Sebagai wujud nyata dari syukur tersebut, mereka akan memberangkatkan sang suster yang telah menyumbangkan darah AB plusnya melaksanakan ibadah umrah. Biaya Umrah ditanggung seluruhnya oleh keluarga pasien. Mereka sudah menghubungi As-Salam Travel untuk menindak-lanjutinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH SINGKAT MASJID AL-FURQAN GUNUNG SITOLI NIAS

MENGENANG QARI INTERNASIONAL “HAJI MIRWAN BATUBARA”