SEORANG HAMBA ALLAH BERINFAQ RP 500 JUTA UTK AL-FURQAN




Alhamdulillah, Selasa 04 Oktober 2011, terjadi peristiwa luar biasa di Masjid Al-Furqan Gunung Sitoli Nias. Seorang hamba Allah, Bapak Haji Hanif sengaja datang ke Nias menyerahkan infaq sebesar Rp 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah).

Masjid Al-Furqan yang roboh 28 Maret 2005 akibat gempa berkekuatan 8.3 SR hingga kini belum selesai dibangun karena susahnya mencari dana. Empat tahun lamanya bertahan dengan bangunan darurat yang terbuat dari triplek, papan dan seng (TPS). Namun lantainya dari papan langsung berada di atas tanah, maka cepat sekali lapuk.

Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN) bersinnerji dengan Al-Azhar Peduli Ummat (APU)menggalang dana. Peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Al-Furqan Gunung Sitoli Nias dilaksanakan tanggal 08 Agustus 2009 oleh Bapak Afif HAMKA dari YPI Al-Azhar Jakarta dan Bapak Binahati Baeha Bupati Nias. Bangunan selesai sampai 30% pekerjaan terpaksa dihentikan karena dananya habis.

Setahun lebih menganggur. Besi-besi yang terpancang kokoh mulai berkarat. Pekarangan sekelilingnya ditumbuhi semak belukar. Bahkan konon kabarnya, kawasan remang-remang sekitar masjid ke arah pantai digunakan para remaja memadu kasih.

Beberapa bulan sebelum Ramadhan, Bapak Yunus Husein, Kepala PPATK melakukan kunjungan pribadi ke Nias dan melihat Masjid Al-Furqan. Selain memberi infaq, beliau menyarankan agar Masjid ini diaktifkan kembali untuk mendirikan shalat lima waktu dan shalat Jum'at.

29 Juni 2011 bertepatan dengan Peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, setelah lama terhenti, kembali dikumandang adzan dan dimulai mendirikan Shalat Shubuh di bangunan masjid yang apa adanya ini, hanya ditutup atap yang bersifat sementara agar tidak basah saat hujan, tidak kepanasan saat sinar mentari menerpa.

Seperti yang diceritakan Bapak Haji Thamrin Isa Ziliwu Ketua Kenaziran Masjid Al-Furqan, Alhamdulillah mulai ramai yang shalat. Jamaahnya terus bertambah, di antara jamaah itu Bapak Mardiaz, KAPOLRES NIAS. Wong kito Palembang ini mengatakan kepada Bapak Thamrin, Insya Allah akan membantu mencarikan dana untuk Masjid Al-Furqan. Bapak Mardiaz menghubungi Bapak Haji Hanif di Medan. Bapak Haji Hanif ini berasal dari Palembang dan ada darah Pakistannya. Beliau inilah yang menyerahkan infaq Rp 500 juta untuk Masjid Al-Furqan Gunung Sitoli Nias.

Betul kata Bapak M Anwar Sani bahwa Allah yang menyempurnakan urusan pembangunan Baitullah di Nias ini. Terbukti dengan adanya infaq yang masuk. Siapa yang menggerakkan hati para donatur kalau bukan Allah? Sekarang sudah terkumpul uang Rp 1 miliar, terdiri dari :

1. Uang kas Kenaziran/Panitia di Nias = Rp 100 juta
2. Bantuan Pemda Provinsi Sumut = Rp 100 juta (belum di tangan, tetapi siap dicairkan oleh Pemda).
3. Dana yang terkumpul di YPMN = Rp 100 juta
4. Dana dari Al-Azhar Peduli Ummat = Rp 200 juta
5. Infaq Bapak Haji Hanif = Rp 500 juta.

Bapak Haji Masyuri Kurniawan selaku pimpinan perusahaan kontraktor yang mengerjakan pembangunan kembali Masjid Al-Furqan akan segera ke Nias untuk melanjutkan pekerjaan.

Berapa lagi dana yang diperlukan? Bila kita merujuk pada Anggaran, maka diperlukan dana Rp 3.4 miliar di luar perlengkapan Masjid. Realisasi Rp 1.4 miliar. Dana yang ada sekarang Rp 1 miliar. Berarti untuk merampungkan fisik Masjid ini masih perlu digalang dana sekitar Rp 1 miliar lagi. Bila ditambah dengan perlengkapannya seperti sajadah, mimbar, sound system dan keperluan lainnya maka paling tidak diperlukan sekitar Rp 600 juta. Jadi, infaq yang masih diharapkan masuk adalah sebesar Rp 1.6 miliar lagi. Semoga ada infaq yang menyusul untuk Masjid Al-Furqan Nias. (Yusuf)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENANG QARI INTERNASIONAL “HAJI MIRWAN BATUBARA”

SEJARAH SINGKAT MASJID AL-FURQAN GUNUNG SITOLI NIAS