Perjalananku ke Nias


Duhusokhi Waruwu, muallaf dari Desa Botomuzoi, Kabupaten Nias, menyambut hangat kedatangan Joko Windoro dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar Jakarta.

Joko menyerahkan bantuan dana dari LAZ Al-Azhar sebesar Rp 23,5 juta untuk menyelesaikan pembangunan Mushalla An-Nur dan 13 bingkisan sembako dari Sahabat Mustahik Al-Azhar Peduli Ummat.

Joko tidak sendiri. Dia datang bersama Mazni Ibrahim, Farid Nuh dan M Yusuf Sisus Lömbu dari Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN). YPMN sebelumnya telah menyalurkan dana untuk Mushalla An-Nur ini sebesar Rp 15 juta.

Botomuzoi terletak di kawasan dataran tinggi di tengah-tengah Pulau Nias, 25 KM arah Selatan Kota Gunung Sitoli. Ummat Islam di sini 13 KK dengan lokasi rumah terpencar-pencar.
Mata pencaharian mereka didapat dari bertani.Walau mereka sedikit, tetapi semangat mereka untuk menjadi muslim sejati sangat tinggi. Duhusokhi yang biasa dipanggil Ama Niska, mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Mushalla An-Nur. Mereka saat ini sangat mendambahkan da’i / guru agama yang dapat membimbing mereka menjadi ummat beragama yang baik, dan tenaga tersebut saat ini masih belum ada. Adakah tenaga sukarela yang mau berjihad ke Botomuzoi?

Berita yang lebih lengkap, kunjungi : http://www.muslim-nias.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENANG QARI INTERNASIONAL “HAJI MIRWAN BATUBARA”

SEJARAH SINGKAT MASJID AL-FURQAN GUNUNG SITOLI NIAS