MENGAJAR ITU, JUGA BELAJAR

Sebagian dari mahasiswa Smt VII Fak Dakwah PTIQ
Atas : Hasby, Aep Saifullah, Anton, Asep dan Eko
Bawah : Hernadi, Imanuel, Ruslan, Fachri dan Yuke

Mulai September 2007, saya aktif mengajar di Institut PTIQ dan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) PTIQ di Pasar Jum’at adalah tempat saya pernah kuliah pada tahun 70-an, sedang UAI di Kebayoran Baru tempat Ihsan, anak saya yang bungsu, kuliah.

Setelah sekian lama meninggalkan kampus, terasa bahwa ilmu yang dituntut selama ini hilang. Pada hal dunia perguruan tinggi semakin berkembang. Hal ini sangat menyedihkan sekali. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan mengajar di dua kampus tersebut.

Sekarang ini rutin saya lakukan mempersiapkan materi kuliah sebelum mengajar dengan membaca berbagai buku. Pada hal selama ini, sebelum aktif mengajar, minat baca saya menurun. Untuk menarik perhatian mahasiswa akan materi kuliah, maka semua pokok materi kuliah dibuat dalam format powerpoint ditambahkan materi yang relevan dari internet atau film guna dipresentasikan dengan menggunakan komputer dan LCD.

Dari pengalaman mempersiapkan materi kuliah yang cukup menguras energi ini, di balik semua itu ada hikmah yang saya dapatkan, yaitu ilmu yang hilang bisa kembali lagi bahkan bertambah dengan ilmu-ilmu yang baru. Jadi, walau posisi sebagai pengajar, tetapi sebenarnya saat ini saya sedang belajar. Alhamdulillah, semoga saya mendapat ilmu yang bermanfaat, baik bagi diri saya maupun bagi orang lain. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENANG QARI INTERNASIONAL “HAJI MIRWAN BATUBARA”

SEJARAH SINGKAT MASJID AL-FURQAN GUNUNG SITOLI NIAS